Internet, Medium Jurnalistik Modern
“The medium is the message” (Marshall McLuhan 1999 : 7). McLuhan menganggap media adalah perluasan manusia. Media yang berbeda mewakili pesan yang berbeda pula. Media menciptakan dan mempengaruhi cakupan serta bentuk dari hubungan-hubungan dan kegiatan-kegiatan manusia. Pengaruh media dengan adanya kemajuan teknologi menjadi sangat bearti bagi umat manusia. Media telah campur tangan dalam kehidupan manusia secara lebih cepat daripada sebelumnya, juga memperpendek jarak diantara bangsa-bangsa. Media massa apapun bentuknya akan selalu membawa pesan tersendiri bagi masyarakatnya.Internet bisa dikatakan sebagai sebuah penggabungan yang keduanya mampu bekerja sebagai perangkat CD player dan televisi. Internet juga sebagai medium komunikasi antarpersona, contohnya e-mail. Jensen (1998 : 46) memisahkan berbagai macam media, yang kemudian disebut media “pull” dan “push”. Media-media seperti TV, radio, dan film, mempunyai karakteristik “push”, yang isinya disediakan oleh media itu sendiri. Sedangkan dalam “pull” media (internet) isinya disediakan oleh pengguna. pengguna internet cenderung lebih aktif daripada pengguna TV karena selain sebagai pengguna, ia juga terkadang diposisikan sebagai penyedia berita. Isi media bergeser dari seragam ke personal, dan siklus publikasi berkembang dari periodik menuju up to date.
Internet pada akhirnya membawa bentuk budaya media tersendiri. Dalam Internet, interaksi antara orang-orang dimediasi oleh komputer, dan ditentukan oleh alat teknologi yang dipergunakan. Interaksi komunikasi yang terjadi bukanlah sesuatu yang lahir secara natural. Melainkan hasil adanya konstruksi teknologi.
Jurnalistik sebagai kegiatan melaporkan berbagai kejadian atau peristiwa yang terjadi di masyarakat, tidak lepas dari konstruksi dengan perspektif tertentu untuk dijadikan bahan berita oleh jurnalis. Sementara berita adalah laporan atau pemberitahuan tentang sesuatu kejadian atau peristiwa yang disampaikan melalui orang lain, baik secara lisan maupun tertulis (Peter dan Salim, 1991). Dalam konteks ini, pengertian berita (news) yang dimaksud adalah penyajian informasi yang sudah, sedang dan akan terjadi.
Secara umum, Media memberikan informasi yang layak dipelajari oleh manusia. Akan tetapi media tidak menggurui. (McQuail: 1987; 246) Pertanyaan yang menarik adalah seberapa jauh orang memahami dan mengingat berita?. Variabel pentingnya adalah; sejauh mana orang-orang mengetahui peristiwa tertentu; kadar penting yang relatif dari peristiwa bersangkutan; besaran informasi yang disampaikan tentang peristiwa itu; sejauh mana informasi tentang suatu peristiwa diperoleh pertama kali dari berita; seberapa cepat media memberikan dan menyebarkan informasi. (McQuail: 1987; 246).
Berita dalam media online sangat berkembang, bukan sekedar berita berbentuk teks, tapi sudah merupakan sebuah multimedia yang menggabungkan teks, audio dan video yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun manusia berada. Multimedia sering disebut sebagai mixed media (Fidler :1997). Sementara media konvensional (tv, radio, media cetak) yang telah melakukan sinergi dengan internet di era konvergensi media mampu meningkatkan value added dan brand yang semakin kuat dan luas. Ukuran audience proximity secara geografis yang menjadi keunggulan (media cetak, radio, tv lokal) selama ini menjadi semakin absurd pada media online. Melalui webcasting dalam media online mampu mendekatkan secara emosional seseorang terhadap daerah asal atau kelahirannya, seperti seorang yang sedang berada di luar negeri karena studi, bekerja, atau telah menjadi warga negara asing.
Disamping itu, informasi yang disajikan medium internet sebagai sumber informasi sama dengan medium lain, bahkan lebih unggul dari unsur kecepatan, seketika, interaktifitas, hyperlinks text sebagai sumber informasi dan tidak tergantung pada jadwal siar dan periodesitas seperti dijumpai pada surat kabar (terbit pagi atau sore). Bahkan media online di Indonesia yang berbasis pada lembaga yang sudah mapan sudah menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa, tidak sekedar cetak yang dionlinekan, namun isi berita telah didesain secara khusus untuk media web sebagai sebuah medium komunikasi, seperti apa yang dikatakan Pavlik (1998). Situs berita sebagai nara sumber bukan lagi bersifat komplementer namun bersinergi dengan isi siaran, telekomunikasi (infrastruktur dan jaringan), dan komputer sehingga mampu menghadirkan jurnalisme online dengan perspektif multimedia. Sebuah revolusi media yang demikian maju.
Berita realtime (seketika) yang berkembang pesat era 1990-an ternyata secara radikal mempengaruhi industri penerbitan pers cetak, dan mampu menaklukan ruang dan waktu yang selama ini dihadapi pers cetak. Proses gathering information lewat internet berlangsung melalui information brokers (perantara), tidak lewat penerbitan pers, sehingga menjadi lebih singkat dan seketika. Berita elektronik dapat ditampilkan (upload) dan diperbarui (update) dalam hitungan menit bahkan detik. Sedangkan berita konvensional, khusus media cetak, membutuhkan waktu sedikitnya satu hari untuk proses gathering information (peliputan), layout, dan cetak. Dalam berita elektronik, cenderung menampilkan berita straight news, breaking news, singkat dan padat. Namun terus menerus diperbarui.
Daftar isi
Fidler, Roger. (1997). Mediamorphosis, Understanding New Media. Pine Forge Press, Thousand Oaks (calif),.
Jensen, Jens Frederik. (1998). Communication Research after The Mediasaurus?Digital Convergence, Digital Divergence. The Media Lanscape in Transition. Research on New Information Technology. In Nordicom Review 1/98. Nordicom, Goterborgs Universitet.
McLuhan, Marshall. (1999). Understanding Media; The Extension of Man. London : Routledge.
McQuail, Denis. (1987). Teori Komunikasi Massa; Suatu Pengantar. Jakarta. Edisi Kedua: Erlangga.
Pavlik, John V and Shawn McIntosh. (2004). Converging Media, An Introduction to Mass Communication. Boston : Pearson Education, Inc.
Salim, Peter dan Yenny Salim. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.
[ Athif Roihan NAtsir | Alumni 2011 ]
[ Athif Roihan NAtsir | Alumni 2011 ]


1 komentar:
Posting Komentar