Reuni Akbar SMA Plus Darussalam 2014: Sebuah Harmoni dalam Reuni



Sisa embun pagi masih menghiasi daun tanaman hias di halaman SMA Plus Darussalam (SMA PD). Sebagian butirnya memantulkan bayangan beberapa siswa yang tengah sibuk lalu lalang. Memang, sejak kemarin sore ada suasana berbeda di SMA PD. Semua elemen sepertinya sibuk mempersiapkan sesuatu yang spesial.

Ya, memang pagi itu, tepat hari pertama di Bulan Februari 2014, SMA PD melangsungkan sebuah hajatan besar, yakni Reuni Akbar semua angkatan yang dihelat untuk pertama kalinya sepanjang sejarah SMA PD.
Panggung yang cukup besar, lengkap dengan sound system pendukungnya serta deretan kursi yang tertata rapi di halaman SMA PD sudah siap sedia menyambut kedatangan para alumni yang sudah sejak lama memendam kerinduan untuk kembali ke almamater tercinta.

Matahari beranjak naik, sisa embun sudah tak lagi tampak. Semua persiapan acara dirasa sudah sempurna. Para panitia menempati pos masing masing-masing. Satu persatu para alumni mulai berdatangan, menyapa dan menyalami satu persatu Bapak dan Ibu Guru, seakan melepas kerinduan yang selama ini terpendam, meski ada rasa malu mengingat kenakalan dulu.

Suasana acara, nampak Bapak Kepala sekolah serta dertan dewan guru | foto: dok. panitia

“All in One Harmony”, itulah tema besar dari acara Reuni Akbar ini. Seolah-olah ingin menegaskan bahwa kita semua adalah satu, satu keluarga besar SMA Plus Darussalam. Tidak peduli sekarang berada dimana, angkatan I-VIII semuanya larut dalam kebersamaan.

Acara yang digagas oleh para alumni bekerja sama dengan pengurus OSIS ini, dibuka dengan lantunan ayat suci al-Quran, dan diteruskan dengan sambutan dari panitia, perwakilan alumni, serta tidak lupa sambutan dari yang terhormat, Bapak Kepala SMA PD, Bapak H. Koko Komaruddin. Dalam sambutannya, Pak Koko, begitu beliau akrab disapa, berpesan kepada para alumni agar tetap solid dan mampu memberikan banyak manfaat baik untuk almamater maupun untuk masyarakat pada umumnya.

Bapak Kepala SMA PD saat memberikan sambutan | foto: dok. panita
Acara berlanjut ke penampilan kreasi seni dari anak-anak SMA PD. Penampilan pertama dibuka oleh Pagelaran Tari Saman yang dibawakan dengan apik oleh grup tari Saman SMA PD. Sebgaian alumni ada yang keheranan karena dulu ketika sekolah, belum ada grup Tari Saman. “Keren sekarang mah anak-anaknya pada kreatif”, kata salah seorang alumni. Kemudian diteruskan dengan penampilan marawis yang dipadukan dengan beatbox, akustik, nyanyi-nyanyi, bahkan sulap.

Setelah puas dengan berbagai hiburan yang disajikan, acara berlanjut pada talkshow alumni. Beberapa alumni di daulat untuk menjadi pengisi talkshow, menceritakan berbagai kisah dan pengalamannya dulu. Talkshow yang bertema romantisme Putih Abu ini seakan lengkap menghadirkan berbagai kisah dari para alumni, mulai dari yang mencatatkan berbagai prestasi, kenakalan-kenakalan, dan yang tak kalah menarik adalah kisah cinlok alias cinta lokasi. Tentang kisah cinlok ini cukup menarik, karena ternyata ada yang sampai menikah. Kisah ini dialami oleh kang Ali dan Teh Mira, alumni angkatan kedua, yang kini keduanya telah berstatus sebagai suami istri dan dikarunia seorang putra. Sayang pada kesempatan Reuni kali ini, Kang Ali dan Teh Mira tidak bisa hadir karena ada suatu halangan. Banyak juga kisah cinlok lainnya, baik yang berakhir bahagia, namun ada juga yang berakhir duka (putus-red). Hehe.

penampilan tari saman dan suasan talkshow | foto: dok. panitia


Setelah ISOMA, acara dilanjutkan dengan pembentukan forum alumni, yang diberi nama FORMASA, Forum Alumni SMA Plus Darussalam. Selain dibentuk kepengurusan, juga disusun beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh FORMASA. Salah satu kegiatan yang diagendakan adalah kunjungan alumni ke SMA PD minimal satu bulan satu kali. Nantinya perwakilan alumni akan berkunjung atau silaturrahim ke SMA PD dan berbagi pengalaman dengan para siswa. Kegiatan ini selain bertujuan untuk membangun relasi antara Alumni dengan almamaternya, juga untuk memberikan wawasan kepada para siswa tentang kehidupan pasca lulus dari SMA juga memotivasi agar terus semangat untuk belajar.

Finally, seluruh rangkaian acara Reuni Akbar SMA Plus Darussalam selesai dengan ditutup oleh acara nonton bareng di halaman sekolah pada malam harinya. Meskipun hujan turun lumayan deras tapi tidak mengurangi antusiasme dari para alumni dan teman-teman siswa untuk mengikuti rangkaian acara sampai selesai. Rasa lelah yang dirasakan oleh seluruh panitia seakan terbayar lunas dengan suksesnya acara Reuni Akbar untuk kali pertama sepanjang sejarah berdirinya SMA Plus Darussalam. Rona suka cita terpancar jelas dari wajah-wajah panitia yang terus berjuang hingga detik akhir demi suksesnya acara ini. Harmoni kebersamaan antara para alumni dan teman-teman siswa-siswi SMA Plus Darussalam yang terus mengikuti rangkaian acara sampai akhir benar-benar menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.

“Kami dari panitia sama sekali tidak menyangka acara Reuni Akbar yang dihadiri oleh Ibu Sepuh Ponpes Darussalam dan dibuka langsung oleh Bapak Sekolah kita tercinta akan berlangsung meriah hingga akhir. Tentu disini kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut serta membantu menyukseskan acara ini”, Papar kang Amir Kharisman, selaku ketua acara Reuni Akbar ini.

Ucapan selamat dan salut yang luar biasa memang patut disampaikan kepada seluruh panitia yang berjuang mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari sebelum acara ini digelar. Seperti yang kita ketahui, sedianya acara Reuni Akbar ini akan digelar pada akhir tahun 2013. Akan tetapi berbagai kendala terus dihadapi panitia sampai akhirnya diundur hingga sekarang ini.

“Dengan di adakannya acara ini mudah mudahan siswa siswi dan alumninya lebih dekat lagi seperti sebuah keluarga kapan pun di mana pun kita kan selalu bersama. Dan kami di sini sangat merindukan akang-akang dan teteh-teteh. Terima kasih kepada alumni yang sudah meluangkan waktunya untuk bisa hadir di acara Reuni Akbar kali ini. Dan mudah mudahan di lain kesempatan kita bisa berkumpul kembali, See You All in 2018..!!” tutup salah seorang perwakilan siswa. [ Yeni | pLus! ]

Galeri Foto Reuni Akbar SMA PD 2014 >>> disini

0 komentar:

Posting Komentar

Penerimaan Siswa Baru SMA Plus Darussalam Ciamis Tahun 2014

PERSYARATAN PENDAFTARAN:
1. Mengisi Formulir Pendaftaran
2. Menyerahkan Pas Photo terbaru ukuran 3x4 cm, 2 lembar
3. Membayar biaya pendaftaran dan seleksi /wawancara  Rp. 130.000,-
4. Menyerahkan Photo Copy ijazah, SKHUN, Akta Lahir, Kartu Keluarga, KTP Orangtua,                       NISN dan Kartu Ujian Nasional.

MATERI SELEKSI
1. Wawancara. Meliputi materi PAI, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa                         Inggris
2. Psikotes Wawancara
3. Baca Tulis Al-Quran (TBA)

WAKTU PENDAFTARAN
Pendaftaran                              :  s.d 23 Mei 2014
Seleksi/Wawancara                : 24 Mei 2014
Pengumuman Hasil Seleksi        : 27 Mei 2014
Daftar ulang                              :  29-31 Mei 2014

TEMPAT PENDAFTARN 
Kampus SMA Plus Darussalam Telepon (0265) 773620
Sekretariat Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Telepon (0265) 773618






4 komentar:

Posting Komentar

Pelajar kita Ramah Pornografi?

sumber foto: http://bimg.antaranews.com/


Beberapa waktu lalu beredar kabar tentang terjadinya peristiwa hubungan seksual layaknya suami istri yang terjadi di lingkungan pelajar sebuah SLTP di Indonesia. Celakanya peristiwa yang melibatkan oknum anak SLTP, hubungan itu dilakukan di lingkungan sekolah, masih di jam sekolah, dan menjadi tontonan teman-temanya.  Bahkan menurut beberapa penelusuran diduga peristiwa itu terjadi bukan sekali tetapi sudah beberapa kali. Setelah kasus ini, muncul kabar lagi bahwa ada seorang pelajar diduga melakukan praktek prostitusi yang imbalannya cukup dibayar dengan pulsa.

Persitiwa seperti ini memang cukup memprihatinkan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sebab dilakukan oleh pelajar yang masih SLTP. Implikasinya muncul asumsi-asumsi bagaimana dengan pelajar SLTA atau mahasiswa. Oleh karena itu pornografi di lingkungan pelajar dikhawatirkan oleh banyak pihak sebagai fenomena gunung es. Kelihatnnya kecil tetapi sesungguhnya akarnya ke dalam begitu besar.

Salah satu yang dapat dianggap andil besar yang menyebabkan para pelajar kita terjun bebas ke dalam perilaku pornografi adalah kemajuan tekhnologi informasi. Para guru atau pendidik kadang-kadang kecenderungannya kalah beradaptasi dengan tekhnologi informasi dibanding dengan para peserta didiknya. Misalnya anak-anak telah memiliki smartphone seperti Blackberry atau android yang dapat mengakses apa saja, tetapi para gurunya belum sampai pada wilayah itu. Demikian juga para orang tua yang berbondong-bondong membelikan anak-anaknya smartphone tidak memahami apa fungsi dan apa yang dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak pelajar di Indonesia memang sedang menikmati kebebasan menggunakan tekhnologi infomasi dengan mengakses internet sebebas-beasnya tanpa batas.

Segalanya ada di internet

Saat ini internet tidak lagi menjadi barang atau tekhnologi yang mewah dan mahal. Internet di Indonesia begitu sangat mudah diakses di mana-mana. Satu sisi jumlah akses internet menjadi kemajuan bangsa Indonesia. Bahkan salah satu indikator  munculnya kelas menengah di Indonesia adalah jumlah orang yang mengakses internet.  Tetapi di sisi lain, internet mengandung kekuatan bahaya yang dasyat bagi generasi kita.

Aspek manfaat dari internet untuk  kita yang paling terasa dalam kehidupan sehari-hari adalah menjadi sumber informasi tercepat dan sesuai dengan kebutuhan kita. Contoh kecil suatu hari, saya ketika akan memasak ikan dengan disayur sop, sempat bingung. Bagaimana caranya dan apa bumbu yang enak dan tidak menimbulkan bau amis. Sempat merenung agak lama, mau mencoba dengan bumbu-bumbu yang ada di dapur tetapi ragu-ragu serta masih bingung masaknya. Mau Tanya kepada tetangga juga tidak enak karena ikannya  tidak cukup untuk dibagi. Begitu mengambil HP, teringat sering buka-buka informasi tentang berita-berita terkini. Saya kemudian ketik di google search tentang menu sop ikan ternyata ratusan bahkan ribuan resep tentang sop. Akhirnya menjadi kebiasaan jika ada perayaan hari-hari besar Islam seperti Idul fitri atau Idul Adha internet menjadi rujukan jenis makanan apa yang sedang trend dan bagaimana cara membuatnya, maka buku internet menjadi tidak penting. Tidak lagi beli buku resep-resep memasak atau membuat kue.

Dalam dunia pendidikan internet menjadi semacam perpustakaan yang jam kerjanya buka 24 jam unlimited. Web-web kementerian memberikan sumber-sumber informasi lengkap dengan berbagai hasil penelitian dan beberapa publikasi yang dapat kita akses. Misalnya Website Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak sebagai website yang paling sering saya buka memberi kecukupan informasi tentang tiga isu pendidikan, agama, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.  Belum lagi hasil-hasil riset, jurnal, dan buku-buku terkini gratis yang dapat diunduh secara gratis baik yang berbahasa asing atau Indonesia. Artinya orang, mahasiswa, pelajar atau siapa saja yang literer internet akan dapat menjadi manusia yang memiliki wawasan luas dan kecerdasan yang memadai.

Tetapi sayangnya halaman-halaman yang negatif, khususnya terkait dengan pornografi lebih dasyat hadir di internet dan lebih banyak menarik para pelajar dan masyarakat Indonesia. Kehadiran smartphone atau telepon genggam cerdas yang dapat dimiliki secara bebas oleh anak-anak kita menambah kemudahan akses internet untuk hal-hal negatif.  Data yang sangat miris lima tahun yang lalu Indonesia telah masuk ke dalam lima besar pengakses halaman situs-situs porno. Kecenderungannya setiap tahun peringkatnya selalu meningkat. Akhirnya saat ini Indonesia masuk peringkat pertama pengakses situs-situs porno (merdeka.com, 14/10/13). Padahal jika dilihat dari Negara-negara yang paling banyak webnya porno, Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Pemberitaan terbaru Daily Mail (23 Agustus 2013) dari hasil risetnya perusahaan penyaring situs Internet asal California menempatkan Amerika diurutan ke-1 dengan jumlah halaman porno 428 juta melebihi populasi rakyat Indonesia; ke-2 Belanda dengan 187 juta halaman porno; ke-3 Inggris 52 juta halaman porno; ke-4 Jerman dengan 8 juta halaman porno (vivanews.com, 14/11/13). Data ini menunjukkan Negara Barat penyedia situs-situs porno, masyarakat Indonesia penikmatnya.

Hasil riset aktivis AIDS Indonesia Jim Aditiya sebanyak 68 persen siswa SD sudah pernah ikut-ikutan mengakses situs porno. Salah satu akibatnya, seorang siswa kelas VI sebuah sekolah dasar di Situbondo memperkosa murid taman kanak-kanak setelah dia melihat video porno dalam telepon genggam salah seorang temannya. Jumlah yang lebih mencengangkan juga terjadi di jenjang SMP dan SMA, yaitu 97 persen siswanya dinyatakan pernah menonton atau melihat konten berbau pornografi (merdeka.com, 14/10/13).

Mendidik Kritis


Data dan persitiwa di atas menjadi bagian penting bahwa sulit kita membantah bahwa para pelajar kita telah akrab dan ramah dengan informasi, tayangan, dan media yang pornografi. Pemerintah Indonesia telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi yang terdiri dari Menko Kesra Agung Laksono, sedangkan ketua hariannya Menteri Agama Suryadharma Ali. Anggotanya antara lain, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Sosial, Kapolri, dan Jaksa Agung. Artinya Negara pun telah melakukan intervensi yang cukup besar untuk mencegah pornografi, khususnya untuk menyelamatkan masa depan anak-anak.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dan beberapa pemerintah daerah adalah dengan melakukan pemblokiran situs-situs porno. Tetapi apa hasilnya 100 yang dihapus, muncul 200 atau bahkan  ribuan situs porno yang hadir. Diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika memblok atau menghapus situs-situs yang pornografi ibarat menahan gelombang sunami. Artinya sulit membendung arus deras serangan pornografi. Selagi kita, masyarakat, dan negara berhubungan dengan internet, maka di sana pornografi tersedia.


Pencegahannya perlu kerjasama yang kuat semua elemen. Yang diperlukan mendesak saat ini yaitu pendidikan kritis bagi para pelajar kita. Cara yang paling sederhana dari pendidikan kritis yang dapat kita terapkan di antaranya: pertama, membiasakan peserta didik untuk menganalisis setiap informasi dan peristiwa. Apakah informasi itu sesuai dengan ajaran agama dan moral bangsa ndonesia? Apakah sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan? Bagaimana dampaknya jika mengonsumsi informasi yang pornografi? Kedua, kritis artinya berani mengubah dan menentang keadaan/perilaku  yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan moral kebangsaan Indonesia. Implikasinya saat terjadi peristiwa seperti oknum  siswa SLPT yang melakukan tindakan asusila ia akan mencegah, melaporkan, dan melakukan perlawanan pada setiap tindakan yang tidak beradab. Memupuk sikap keberanian kritis seperti ini yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi yang anti pornografi. Semoga, amin! 

Penulis:
Lilis Nurteti
Dosen Institut Agama Islam Darussalam Ciamis

0 komentar:

Posting Komentar